USG mengubah estetika dari “blind technique” menjadi “visual medicine”
“Honestly, we don’t know the anatomy exactly” (Facial Nerve Variability & Clinical Implication) Materi ini menegaskan satu fakta penting dalam praktik dermatologi dan estetika modern: anatomi wajah—khususnya percabangan saraf fasialis—tidak pernah sepenuhnya seragam antar individu. Berdasarkan systematic review dan meta-analysis yang ditampilkan, percabangan saraf fasialis ekstra-temporal menunjukkan variasi morfologi yang signifikan, dengan setidaknya enam pola utama (Type I–VI) dan distribusi persentase yang berbeda-beda pada populasi. Artinya, apa yang selama ini diajarkan sebagai “anatomi standar” sejatinya hanyalah representasi statistik, bukan peta pasti pada setiap pasien. Poin Kunci: 1. Variasi adalah norma, bukan pengecualian. Studi besar dengan ribuan kasus membuktikan bahwa tidak ada satu pola percabangan saraf fasialis yang dominan mutlak. Bahkan pola yang dianggap “paling umum” tetap memiliki deviasi klinis yang bermakna. 2. Implikasi langsung pada tindakan esteti...